Showing posts with label blog. Show all posts
Showing posts with label blog. Show all posts

Wednesday, 11 November 2015

Their story telling...

As if gue belom cerita kok bisa saya jadi dosen, ya ntar dulu lah ya :P

1-2 minggu kemarin, saya minta diceritain tentang perkembangan teknologi informasi ke mahasiswa saya di 5 kelas. Minta diceritain apa?

"Ceritakan perkembangan teknologi informasi selain software dan hardware komputer (PC)!"

Selain bosen sama cerita perkembangan operating system, main frame to PC, dan sejarah komputer, saya pengen tau aja seberapa sadar-teknologi "temen-temen" baru saya di beberapa kelas ini. Well, semester ini saya ngajar mata kuliah Inovasi SI dan Teknologi Informasi Modern untuk mahasiswa Sistem Informasi semester 3.

Dan sesuai janji saya ke mereka, beberapa cerita yang bagus bakal saya ceritain lagi disini. Bukan yang nilainya paling bagus, tapi buat saya beberapa cerita yang akan saya ceritain disini punya konten yang menarik untuk diceritakan dan ilustrasi yang cukup kreatif. And here they are...

Friday, 30 October 2015

24

Makasih ya, May..


Untuk tetap berusaha kembali berdiri saat jatuh,
tetap berusaha kembali tersenyum saat menangis,
kembali semangat saat patah arang,
kembali tegar saat mulai merapuh,
kembali waras saat kepala sudah tidak lagi bisa berkompromi dengan perasaan.

Terimakasih,

Untuk sehat yang selalu dijaga,
bahagia yang selalu dibuat,
sentosa yang selalu diupayakan.

Terimakasih,
Untuk 24 tahun yang menyenangkan.

Love,
Your life.

PS:
Get ready to hit the quarter life crisis!

Saturday, 17 October 2015

Segelas Teh

Gue gak pernah absen minum teh setiap hari.

Setiap pagi, sebelum gue yang selalu keburu-buru mau berangkat ngajar, mama selalu nyuruh minum teh. "Itu teh nya diminum dulu biar ada tenaganya, biar anget perutnya.." Tanpa alasan apapun, gue langsung ngambil gelas, nuang teh dari teko keramik berlukis bunga, lalu minum. Cium tangan mama, lalu ngacir.

Sampe kampus, di ruang sekretariat dosen selalu ada 1 termos besar berisi teh panas. Setiap gue kelar ngajar, naro absen mahasiswa, gue pasti refleks nyari gelas di rak terus minum teh sambil nunggu kelas berikutnya.

Malam, kalo gue masih ada di ruang career center kampus, gue selalu nyeduh teh hangat sendiri. Kadang Ibu (Bu Anthi, nanti lah gue ceritain tentang beliau dan amazing peoples lainnya) naro stok cokelat panas instan. jadi kalo ada cokelat, biasanya gue milih cokelat panas.

Siapa bilang gue gak suka kopi?
Bokap gue adalah penikmat kopi. Kopi hitam, dikasi 2 sendok teh gula di cangkir besarnya. Maya kecil sering banget curi-curi minum kopi papa. Sekarang sih ya bisa bikin sendiri atau sekalian nongkrong di coffee shop. Latte, atau Frapucinno. Kopi sachet. Kopi bubuk robusta atau arabica + 2 sendok teh gula. Tapi gue selalu mencari rasa teh.

Pic taken by: Anggra Saputra.

Tuesday, 18 August 2015

Cukup.

Hari mulai beranjak sore saat kepala Alma mulai terasa pening. Report dokumentasi testing website ini harus selesai 2 hari lagi tapi baru diselesaikan 50%. Alma beranjak menuju pantry, menyeduh segelas cokelat panas. Ia duduk di coffee table, menyesap cokelat panasnya, dan membuka 1 conversation chat. Dio.

Alma: pengen pecah kepala gueeee...
Dio: *siapin ember*
Alma: ngapain lo nyiapin ember?
Dio: kan bentar lagi pecah. Kalo isi kodingan kepala lo sampe tumpah ya biar bisa ditadahin
Alma: kampret!
Dio: hahahahaaa! Santai, Al. Minum cokelat dulu gih
Alma: ini lagi minum cokelat di pantry kok. Lagi sibuk ya lo?
Dio: udah nggak sih. Bos gue missing in action gitu kelar meeting tadi.
Alma: ih kok enak...
Dio: rejeki anak sholeh namanya
Alma: ntar ke tempat biasa yuk
Dio: boleh boleh
Alma: after office ya. See you, dut!
Dio: -,- see you, dear!

Tiba-tiba semangat Alma yang tadinya hilang, kembali ke alam normal. Seusai me-time nya di pantry, dalam 3 jam menuju jam pulang kantor, pekerjaan Alma hari itu bahkan lebih dari ekspektasinya.



Wednesday, 15 July 2015

My story about you.

You wanna read the most shortest mellodramatic story?


"I miss you."

Thursday, 9 July 2015

A sad story of love.

Let me tell you what i feel.

In a cold and windy night, i sat behind a man who i ever loved, on his motorcycle.
I hugged him. He drove his motorcycle carefully, he sometimes saw me from spion just got to know that i'm still there hugging him tight, then he hold my hand for a couple second just like he wanted to tell me. "You'll be safe.".


I closed my eyes, felt the wind in my face, heard the sound between the wheel an the road also the leaves on the trees in the road side. 


Friday, 13 March 2015

Mari kesini, saya peluk.

Mari kesini, saya peluk.
Saya tau apa rasanya gusar. Memikirkan hal yang entah. Tak bertuan, tak berteman. Melompat diantara corpus otak. Tapi tak tau hendak kemana.
Mari kesini, saya peluk.
Saya tau apa rasanya gundah. Nelangsa. Berpikir tak tentu, berasa sendu. Seperti ingin mengadu, namun bagaimana? Namun, apa?

Wednesday, 21 January 2015

End.

At the end, all you have to do is choosing.

Memilih siapa yang harus digenggam, mana yang harus dilepas.
Memilih mana yang harus dijaga, mana yang harus direlakan.
Memilih mana yang bisa kau pilih, mana yang harus tersisih.
Memilih siapa yang tersakiti, siapa yang terobati.
Memilih tersenyum pada getir hati, atau pada silaunya matahari.

Ikhlas. Ikhlaskan.

Saturday, 3 January 2015

Hujan.

Hai hujan.
Turunmu ditiap bulan Desember mungkin beberapa kali kumaki. Genang air bercampur tanah yg kupijak lalu masuk ke sepatuku membuat gusar telapak kaki, aku ribut sendiri. Percik air ke tas beludruku juga tak ayal membuatku kesal setengah hati. Angin dingin yang menusuk membuat napasku menjadi satu - satu diujung minggu. Nafas asma yang membuatku harus terbaring, stagnansi otak, dan membuat semua cerita di kepala kembali terulang. Yang ternyata ceritanya lebih sesak dr nafasku. Oh, hujan.

Tuesday, 30 December 2014

#4

Kuat.
Bukan kekuatan untuk mengalahkan. Bukan kekuatan untuk menghancurkan. Kekuatan untuk tegar. Untuk menerima. Untuk bahagia. Milikilah.

Kuat.
Kuatlah.
Untuk segala beban di bahumu. Segala asa di kepalamu. Segala rasa di hatimu. Kuatlah untuk bertahan. Kuatlah untuk dirimu sendiri.

Kuat.
Kuatkan.
Kuatkan dirimu dari rayuan isi kepalamu. Kuatkan kepalamu dari hasutan hatimu. Kuatkan hatimu dari ego yang tak kunjung redup. Hatimu. Jangan turuti semua. Kuatkan untuk dirimu sendiri.

Untuk dirimu sendiri.

Friday, 19 December 2014

Dont.

Dont. Dont hurt yourself. God just make a joke to you. Oh, no. To your life.

Dont be sad. Dont be rude. Just laugh along with Him.

- a friend.

Thursday, 11 December 2014

#3

Senja kali ini indah. Mataku menangkap jingganya. Hatiku mendekap hangatnya. Sesekali aku memejam mata, mencoba membawa potret petang ini ke dimensi lain dalam memori. Yang lagi-lagi kutemukan beberapa cerita tersenyum. Memanggil seraya berkata, "baca kali kembali, kami pernah menghangatkan relungmu jua."

Senja kali ini indah.

Dan tersimpan rapi dalam buku memoriku bersama kehangatan yg dulu ada. Yang kusimpan rapi bersamanya.

Wednesday, 10 December 2014

#1

Gelap. Aku hanya merasa gelap.
Padahal senja tak pernah semurung ini.
Semburat jingganya tak pernah semenyedihkan ini.
Kurang apa?
Mega merah matahari dan bias kilau yang menghangatkan relung hati
Kemana perginya?

Senja tak pernah semurung ini.

Friday, 5 December 2014

#2

Aaahh.. Sudah lama rasanya aku tidak menikmati pagi. Embunnya, hangat mataharinya, sayup suara camar yang bersahutan. Pagiku kini mulai riuh. Detak detik pada jam tanganku memaksaku bergegas setiap aku membuka mata dari pejaman malam. Betapa aku rindu mengawali pagi dengan senyum dan rasa ringan. Tidak, pagi dulu tidak selalu seperti itu. Mungkin ini hanyalah sebersit penat dan rindu.

Desingan mesin yang beradu pada bis kota yang kutumpangi, adalah melodi yang mengalun di pagiku. Lalu lalang para kuli otak pada bahu jalanan kota adalah pemandanganku kala disapa mentari. Aku rindu warna pelangi. Aku rindu hijaunya kebun teh yang wangi. Aku rindu birunya laut di tepi pantai Banyuwangi.

Isi kepalaku bekerja cepat. Berpikir lebih banyak dari biasanya. Kerja rodi kata orang jaman penjajahan. Bukan hanya nadiku yang butuh nafas. Hidupku pun perlu nafas. Hela sesaat dari apa yang berjalan terlalu cepat. Mungkin ini namanya penat.

Hati. Jangan mati dulu. Jangan tinggalkan aku dan logikaku. Jangan biarkan waktu menggilas habis cara kerjamu. Tetaplah disitu. Aku akan tetap mencari, tidak akan pernah benar-benar pergi. Aku hanya perlu menyeret hidupku keluar dari hujat roda kenyataan. Untuk menemuimu. Hati.

Sampai bertemu malam nanti. Saat kurebahkan kepala ini diatas empuknya peraduan. Mengadu, melirih, mencerna kembali apa yang hilir mudik datang dan kembali membiarkanku sendiri. Hingga aku kembali bercengkrama padamu. Hati.

Saturday, 1 November 2014

hey, another step of life!

hai!
post gue yang isinya curhatan udah berapa lama tuh? Oktober ya pas ultah Pipi? sisanya flash fiction, atau emang dasar gue pengen nulis aja di waktu yang cuma 5-10 menit. hehehee...
gak kok, gue kalo ini gamau denying or whatsoever. tapi emang tiap mau nulis, cerita panjang lebar disini, gue kudu punya waktu fokus buat buka tab blog doang. maklum anaknya gampang banget ke-distrak hehee.. soooo, cerita terakhir gue apa kemaren? skripsi, lebaran, dan pasca operasi ya? okaaay :)
pasca operasi lancar jaya, gue masih petakilan seperti biasa, dan mulai fokus lagi sama skripsi. *hela napas panjang banget*. agustus-september itu kelar sudah gue bikin skripsi, tinggal ngurusin sidang. emang ya, orang mau sukses tuh ada aja cobaannya!

Thursday, 16 October 2014

He is, Novri Maliahyardi.

this post is dedicated to my beloved sister ever, peace be with her, Alm. Yulia Khairina binti Machasin.
as i ever promised you, i'll wrote what you ask, and this is my birthday gift for him :)

 The birthday man!

gue terlahir menjadi anak terakhir dari 5 bersaudara, tapi kakak ke-4 meninggal waktu lahir. Jadi gue hidup dengan 3 orang kakak laki-laki yang macem-macem bentuknya (ya iya lah kalo sama mah namanya kembar :P). Novri, Ahmar & Tryas, dengan nama belakang Maliahyardi. the closest, Novri Maliahyardi.

gue mulai mengenal secara sadar kakak gue ini sejak dia SMP. beda umur kita 10 tahun 2 minggu. 2 minggu setelah Pipi (i called him, Pipi instead of Mas Novri). Pintar, banyak aja temennya. kinda cool kids in his junior highschool, punya pacar yang juga saingan juara kelas, cantik pula. waktu gue SD, Pipi SMA.

ya anak cowo SMA lah ya, rebel, mulai gaul-gaul ga jelas, gonta-ganti pacar. Yes, he was a player at that time hahaa! karena 'playa' nya Pipi ini lah kenapa sekarang gue manggil dia dengan sebutan Pipi. rumah kita dulu 2 lantai, 3 kakak gue tidur di lantai atas. mereka itu sekamar dari bayi, sampe satu persatu menikah. naaaahh, dulu jaman Pipi SMA, tiap malem adaaa aja cewe yg telfon nyariin Pipi. Mas Amar & Mas Iyas manggilnya Opi. tapi somehow panggilan berubah karena.... "Opi! telfon nih! Dina (or Dini, or Putu, or siapalah gue juga lupa saking banyaknya-)! Opiiii!! Piii!!! Piiii!! Pipiii!! PIIIPIIIII!!". Lalu berubahlah panggilan gue dari Opi jadi Pipi :P oiya, semua pacar Pipi itu selalu ngedeketin gue, jadi gue biasanya kenal sama mantan-mantannya, mantan gebetannya, dan cewe-cewe lain yg entah pernah jadi apanya Pipi lah :P

Tuesday, 23 September 2014

How's life?

Life goes fine since the surgery. Hasil Patologi 2 minggu setelah operasi itu benar kalo si tumor yang kemaren diambil adalah Fibro Adenoma Mammae. Everything was good, dokter sampe bilang gue gak perlu lagi bolak balik ke rumah sakit. but yeah, gue tetep harus jaga makan. pengen banget olahraga sebenernya, disamping badan gue jadi gampang loyo gini, gue kangen berenang banget. sayangnya berenang perlu otot dada dan tangan yang fully works. dan otot dada gue belom bisa dibikin capek. ngangkat tas aja gaboleh disebelah kiri. above all, i'm totally great.

skripsi lancar jaya in this 3 weeks. minggu ini udah bisa ambil surat acc, kalo bisa sekalian daftar ke sejur untuk sidang. Wisuda Desember, i'm coming! kudu!

the thing why i want to write here again, i just randomly remembered how fast the time goes by in this 4 years. Dian, my genius friend on highschool got married. i'm indescribably happy for her, and he got a great husband thou :) Chika passed her undergraduate thesis. I'm going to go for it too. Nabila now is in Istanbul, Turkey for her Magister. She took political history something there for her major. soooo happy for her!

Sunday, 6 July 2014

Ramadhan kali ini...

Udah ketemu Ramadhan lagi aja deh yaa tahun ini. padahal masih inget banget tahun kemaren selama bulan puasa ngerasain jadi cungpret (kacung-kampret .red) di company orang. berangkat jam 7 pagi mata kiyep abis bangun sahur, pulang abis buka puasa di kantor, mana macetnya Jakarta pas bulan puasa dan PAS maghrib, trust me all people who not lived in Jabodetabek, you wont to be here! belom lagi kalo pas pulang kantor, ada bukber, kantor dimanaaaa bukber dimanaaa... mau pulang tenggo juga lo bakal nenggak aer putih dijalan. itu juga kalo bawa aer yekaaann :P

bye-bye Ramadhan last year, it was some scenes of my graceful life. Tahun ini? i thought it will be a graceful time too that i have to past.

SKRIPSI!
ya, Ramadhan kali ini pas gue lagi ngerjain si-tugas-akhir-maha-kampret ini. ini lagi diambang kehidupan sih sebenernya. permohonan izin pake data di company tempat gue freelance kemaren ditolak mentah-mentah sama orang (yang katanya supervisor modul dari data yang gue minta. auk ah gelap!) yang sama sekali nggak gue kenal, tau wujudnya juga ga pernah. ditolaknya pake diomelin, ditanyain pas freelance taun kemaren gue ngapain aja, katanya dia kecewa sama modul yang cuma gue kerjain berapa persennya doang. Allahu Akbar! untung lagi puasa, kalo nggak, kirim santet aja apa nih ke itu ibu-lampir? Astaghfirullah.... *ambil wudhu*

Alhamdulillah-nya dapet dosen yang baik banget dan sibuk banget. Ibu Diana Diana kekasiiiihhkuuuu (kalo lo baca pake nada lagu Diana-nya KoesPlus, fix LO TUA! hahahaa!) ini ditemuinnya sebulan setelah SK skripsi gue keluar, yang mana si SK itu pun telat dikasinya. rumahnya jauh banget, ngajarnya di Kalimalang mulu, ajegile banget kan pas ngebayangin harus bola-balik ke Kalimalang untuk bimbingan skripsi ini, pas puasa pula. ngebayanginnya rasanya pengen menciut aja jadi dwarfs. untungnya, tau-tau si Ibu sms gue (sebelumnya gue pernah sms duluan dengan penuh perjuangan dapetin nomer henponnya), ngajak bimbingan jam 1 siang. sms-nya jam 10.30, dimana gue lagi di rumah sakit, ngantri mau ambil darah, gak bawa proposal judul skripsi, the worst, itu proposal belom gue beresin latar belakang dan menye-menye nya. then, there it was, in the name of 'The Power of Kepepet', di acc juga tuh judul gue. Si Ibu bilang pokoknya kerjain aja sampe bab 4, sebelom libur baru ketemu si Ibu lagi buat dicari cacatnya karena si Ibu gak bisa ketemu tiap minggu saking sibuk. gampang banget kan yaa.. ya walaupun sekarang jadi galau karena gak bisa dapetin datanya. huaaaaaa *banjir air mata*

did you read a thing before? gue di rumah sakit, ngantri ambil darah. Lo kenapa May? adalah pertanyaan sejak awal gue bolak-balik check in RS Fatmawati di Path. 2 tahun yang lalu gue pernah nge-post tentang penyakit yang ada di badan gue. dugaan awalnya dulu, gue mengidap FAM (Fibro-Adenoma Mammae). jenis tumor jinak yang ada di payudara kiri gue. gue ceritain awal mula sampe akhirnya ke Fatmawati deh ya...

Ka Lia, kakak ipar gue, sebelum menikah juga punya tumor kaya gitu. gak tau FAM atau bukan, yang jelas akhirnya tumor itu mengganas waktu Ka Lia hamil anak pertamanya, tahun 2012. di kehamilan yang memasuki bulan ke-5, payudara kanannya membesar 2x lipat dengan perubahan warna yang gak wajar. akhirnya Ka Lia dengan tegarnya diusia kehamilannya yg masih tergolong muda, anak pertama pula, mengiyakan tindakan dokter untuk angkat 1 organ payudara kanannya. Alhamdulillah, anak itu, Starla Allegra Malihayati (she had my last name as her last name!) tumbuh cantik dan pintar sampe sekarang. anyway, seminggu lagi Starla ulangtahun yang kedua :))

time goes by, ternyata tumor ganas itu nggak selesai sampai situ. sel tumor itu menjalar ke kaki. awal 2014 kemarin, Ka Lia mengeluh kakinya gampang gemetar, sempat jatuh, sampai akhirnya dirawat dirumah sakit. awalnya dikira tulang kakinya geser di pangkal paha yang nempel di tulang panggul. saat bedah pertama, ternyata ada cairan yang akhirnya bikin operasi geser tulang itu dicancel. cairan itu yang akhirnya di patologi, dan membenarkan kalau terdapat sel mematikan tersebut sudah sampai di kaki kiri Ka Lia. she lay on the bed since last January till April-or-May. She do her own thing on the bed. nyesek gak lo liatnya? kalo lagi gak didepan orangnya sih gue pasti mewek. di umur produktif 31 tahun, she cant do what woman on her age do. padahal anak perempuannya sedang lucu-lucunya, sedang pintar-pintarnya. tapi Ka Lia gak mau dinangisin, gak mau liat orang nangis disekelilingnya. if i took my Mom on my first-list of My Great Woman in Life, Ka Lia is the second one.

akhirnya April kemarin Ka Lia mengiyakan kembali kata dokter untuk amputasi kaki kirinya. demi hidupnya, demi Starla, demi suaminya, demi keluarga kecilnya. kakak gue yang ini emang manusia super berhati emas deh, if I'm on her shoes, gue mati gila kali! tapi now she is, stand on her one leg, smiling all the time i met her, masih bersedia gue recokin rumahnya kalo lagi males dirumah, kembali struggling in life seperti manusia yang lain.

dan Ka Lia juga yang akhirnya memaksa gue untuk uji kesehatan Deteksi Dini Kanker, di Dharmais, tempat ka Lia selama ini berobat. tadinya Mba Vera, another kakak ipar gue udah mau ngecek in gue juga di Siloam. tapi pas gue diminta nemenin ka Lia check up kek Dharmais, gue langsung disuruh saat itu juga untuk USG.

3 hari kemudian, muncul lagi sederet kata asing, layaknya gue mendengar kata Fibro Adenoma Mammae. Lesi solid benigna pada superolateral kiri. besarnya hampir 3.5cm. itu apa? ya si benjolan yang ada di payudara kiri gue. "Kamu nyimpen anak macan ini 2 tahun? suatu saat dia bisa mengganas, May." kata dokter onkologi Dharmais. gue? cengar-cengir. dalem hati mah gak usah ditanya. just go ask yourself :)

setelah itu, karena tau diri biaya operasi mahal (lo bisa beli motor, DP mobil, beli iphone segambreng buat sekali operasi), akhirnya gue memutuskan untuk ngurus kartu BPJS. Terimakasih pak Jokowi. kalo gak karena bapak, mungkin tumor ini akan saya diamkan, gak tau sampe kapan. walaupun emang birokrasi sistemnya masih agak membingungkan ya, harus teliti betul ngurus BPJS dan aplikasi BPJS di rumah sakit. toh akhirnya gue lakuin juga. 60ribu per bulan untuk kesehatan, gak mahal kan? :)

kenapa akhirnya di RS Fatmawati, bukan di Dharmais? RS Dharmais itu RS Kanker Nasional. penyakit gue tumor, jinak pula. gue bisa aja minta rujukan dr Puskesmas, lalu ke dokter Onkologi RS Fatmawati, lalu ke Dharmais. tapi rujukan gue dengan BPJS bisa dirujuk balik karena penyakit gue bukan kanker. amit-amit! toh RS Fatmawati juga bagus menurut beberapa yang pernah berobat kesana. jadi gue struggling check up lah berkali-kali disini.

berangkat pagi buta demi dapet nomor antrian ke dokter Onkologi. yes, gue harus berangkat jam setengah 4 shubuh supaya bisa dapet antrian 40 pertama untuk ketemu dokter onkologi. kalo gue dateng jam 8 pagi aja, bye. gue akan dapet nomor antrian ke 300 sekian, sementara dokter onkologi udah full pasien di urutan ke 100an. wassalam. Antrinya Fatmawati tuh beneran dari tengah malem. gue dateng jam 4 shubuh aja nama gue ada diurutan 50-60an di buku antri. nulis nama di buku antri, antri untuk masuk ke dalam waktu pintu poli dibuka jam 6, untuk ambil NOMOR ANTRIAN (antree again) daftar poli mana yg mau kita tuju. setelah jam 6 dapet nomor antrian di loket, kita harus nunggu jam 7-7.15 saat loket mulai dibuka. biasanya gue udah dapet nomor antrian di poli onkologi di jam 7.30-7.45. tau gak ketemu dokternya jam berapa? jam 9.30-10.00. jadi bisa dihitung berapa lama gue di rumah sakit, almost 5 hours. ketemu dokternya cuma 5 menit! dan sendirian!

mau minta temenin nyokap gue, kesian lah Mama udah umur segitu, jalan juga gak segagah dulu. belom lagi si Alief udah gede, gabisa ditinggal juga. pacar? bujug buneng, rumah Dhimas di Salemba, kudu nganter gue ke Fatmawati jam brp coba? kesian juga lah. dia juga kan gakbisa kecapek-an karena kondisinya yg 2.5 tahun lalu pernah gue ceritain di blog juga. trus nemenin doang 5 jam, gue aja bosen, gimana yg nemenin... Dhimas nemenin gue waktu gue ke dokter paru, yg gak perlu ngantri dari pagi buta, ke lab juga waktu gue ambil darah terakhir kemarin :)

setelah 3 bulan bolak-balik Onkologi - Internist - Poli Paru (karena gue punya ashtma) - Onkologi, akhirnya gue dikasi tanggal operasi juga. 10 Juli 2014 besok, gue akan operasi angkat tumor jinak di payudara gue ini. pas lagi bulan puasa, pas gue lagi UAS, pas lagi urus skripsi. Allah has a plan for me. gak mungkin gak ada hikmah dibalik coincidence ini. its Allah and His own who conspire all this things. jadi gue jalani aja. deg-degan? pasti. anggep aja lagi jatuh cinta, nothing beats the first thing of anything. first love, first kiss, first vow, first broken-heart, so do this part, operasi ini.

belom selesai sih ceritanya Ramadhan kali ini, kan belom di operasi juga. belom lebaran pula! jadi ceritanya bersambung nanti setelah gue kelar operasi yaa.. sukur-sukur pasca lebaran punya waktu cerita lagi :)

doain aja biar semua lancar yaa.. operasinya, skripsinya, UASnya juga. Ujian Akhir Semester di Semester Akhir. Ujian banget gak tuh hahahaa!

Met puasa semuanya, jangan lupa sholat sama tadarusnya ya! *edisi insyaf*

Monday, 23 June 2014

New Year, Homey, Jogja [LATE POST]

Its been... let me check my latest post, uhm.. 2 months ago, itupun tugas kuliah! hahaha :D

bukan gak sayang sama blog, tapi well, path-instagram-twitter benar-benar pelarian menyenangkan, dan lagi banyak nambah 'pandangan' lewat diskusi di grup whatsapp :)

almost a year ya, terakhir gue cerita di blog. cerita tentang liburan gue sama mama papa around Banyuwangi-Bali. abis itu gue kembali kuliah, lebih sering bolosnya sih hahaha! bolos terniat adalah new year di Jogja, cari tiket 2 hari sblm new year, sampe Jogja tgl 31 Desember sore, malemnya bakar jagung sambil nyalain kembang api di kontrakan Muti'ah di Taman Siswa. semingguan disana, bahagia sama perasaan 'pulang', menikmati Jogja sore sampai malam, di beberapa paragraf kebawah gue akan cerita tentang Jogja :)

setelah puas main-main di semester 7, akhirnya gue sebagai mahasiswa taat bayar kuliah ketemu juga sama semester akhir, sama tugas akhir, sama uas terakhir! excited? of course! ini nih fase terakhir yang harus gue jalanin, sebelum akhirnya gue harus susah payah cari duit untuk diri sendiri. oh dear my SKRIPSHIT, SKRIPSWEET, SKRIPSI!

sebelum mendadak goblok tentang skripsi (di post setelah ini), mari berbahagia baca cerita gue selama ke Jogja ;)

anyway, kakak kedua gue, Mas Amar akhirnya punya pacar setelah sekian lama dirongrong (halah bahasanya! apa yaa.. ditanyain muluuuu gitulah) sama nyokap gue. there she is, orang Surabaya, kuliah S2 di UGM, she named Dita. setelah beberapa bulan telfonan tiap malem kayak abege (dimana gue udah melewati masa-masa yayang-yayangan ditelpon tengah malem beberapa tahun yg lalu), akhirnya Mas Amar berniat ke Jogja, sambil taun baruan, sambil 'ngajak serius' si pacar. mo dikasi cincin gitu lah yee..

sori-dori-mori nih ye, berhubung dese punya adek oportunis macem gue, dengan segala niat-slash-iseng-slash-emangudahniatmoikut, gue minta ikut. eh diiyain aja lagi sama kakak gue! kenapa gue niat ikut? ini ke Jogja, kota yang sejak kecil udah bikin gue jatuh cinta, dan sama kakak gue. bukan, bukan gue excited ke Jogja SAMA kakak gue. tapi kalo gue berangkat sama Mas Amar, even cuma bedua, pasti dibolehin papa! yiihaaaa!! beneran dibolehin aja gitu hahahahaaaaaaaa :D *ketawa setan*

tiket PP dibayarin, di Jogja nginep dirumah temen papa, makan aman, bener-bener bawa duit cuma buat jajan dan beli oleh-oleh. trus gue ngintilin kakak gue yayang-yayangan? nggak lah yau! kehidupan percintaan gue masih lebih seru daripada model ta'arufan macem Mas Amar sm Ka Dita gini. sekali sih ikut mereka dinner, gue juga pengen tau lah ya calon ipar gue ini kaya apa. tapi udah deh cukup sekali. Ka Dita baik, manis, sholehah (banget! jangan disamain sama gue lah.. jauh!), pinter banget, tapi she is not kind of cewe-cewe yg bisa deket sama gue. i adore her, lebih ke segan sama Ka Dita yg kaya gitu. daripada mulut gue disobek-sobek sama Mas Amar jadi mending kita sudahi saja cerita tentang Ka Dita. tunggu aja mereka sampe nikah gak. kalo sampe nikah at least 2 taun ini, YES! giliran gue sudah dekat huahahahaa :DD

jadi, while kakak gue pacaran, gue keliling Jogja sama temen-temen SMA gue. Meter (her name is Ayu, anyway), Ery, Manar, Irul, Nadia, sama Tengil. sempet ketemuan juga sama Nia, temen SMP gue. cobain makan ini itu, ngegaul di cafe, lesehan di Sayidan, konvoi rame-rame sambil nyatut vespa bututnya Tengil, nyanyi-nyanyi sama pengamnen di alun-alun kidul, belanja di Malioboro sama Noni. minggu terselow yang pernah gue lakuin buat mengawali tahun yang, well, heavy-hearted year ini :)

kembang api taun baru di Alun-Alun Kidul, capture from kontrakan Muti'ah yang persis dibelakang Al-Kid :P

 With Nia, temen SMP gue yang skrg udah jadi entrepreneur di Jogja ;)
 
 dayang-dayang gue selama di Jogja :P Ayu, Irul, Manar, Tengil, me :)

 part 2. udah mulai keliatan sablengnya :P

abis nyamperin Nadia, trus diajak mimi cucu disini. enyaaakk mau kesana lagi!

 lesehan di Sayidan, jam 1 malem, abis nganter gue belanja oleh-oleh. 
yg lain udah kelaperan, kita masiiih aja #selfie :P

 dinner sama Noni! akhirnya ketemu lagi setelah 3 taun ga ketemu!


 malam terakhir, diajak naik ini sama Ery & Meter di Alun-alun kidul ;)

lupa ini abis dari mana, trus vespa butut Tengil mogok. akhirnya konvoi sambil nyatut motor Tengil :P

kenangan gue gak banyak juga sebenernya di Jogja. tinggal lama disana juga ga pernah. tapi dari kecil gue sering diajak bolak-balik kesini sama mama papa. terakhir ke Jogja tuh waktu SMA, acara trip ke Bromo-Gontor-Jogja. euphoria Jogja itu selalu bikin gue merasa 'pulang'. lingkungan yang ramah, makanan yang khas, hawa yang disajikan Jogja selalu bikin nyaman. gue gak perlu ketemu pantai, ke gunung, atau bikin acara apa, cukup makan dilesehan pinggir jalan disekitar Tugu, keliling UGM, menghirup udara malam Jogja, udah bahagia :')

 Mei tahun depan rencananya mau ke Jogja lagi, kan udah kerja, udah punya duit sendiri, next time, sama pacar atau calon suami lah ya, liat ritual Waisak. see you again Jogja! Me here missed you already :')

Wednesday, 23 October 2013

I'm back after my holiday \o/

LONG TIME NO WRITE HERE!!

Hello there! After several rough months, akhirnya gue bisa buka blog ini lagi :))
kapan tuh terakhir posting? Bulan Juni ya? itu juga posting tugas hahahaa :D
kenapa tiba-tiba menghilang, sebenernya gak ngilang sih. Pindah lapak aja kemarenan curhatnya ke twitter sama path ;)

Bulan Juni-Juli itu lagi super sibuk ngerjain Penulisan Ilmiah. DI kampus gue, ada yang namanya Penulisan Ilmiah (PI) untuk mahasiswa program Strata 1 di semester 6. Kaya skripsi gitu, tapi untuk dapet sertifikasi penyetaraan sarjana muda atau D3.

Dapet dosen pembimbing yang naujubilah amit-amit gahar banget, ekspektasi ke mahasiswa tinggi banget, dan requestnya bikin program yang harus oke banget. Gue ngerjainnya sampe mabok! Finally gue bikin web social media untuk komunitas @nebengers, sebuah komunitas yang pernah gue ceritain di post sebelumnya. Gue nya yang emang lagi males atau gimana, ini project emang rada molor sih sampe 3 bulanan. walopun emang yaa.. selalu ada "The Power of Kepepet" plus dikejer deadline. Akhirnya kelar juga sih walopun setelah sidang tetep ada yang harus direvisi. Ya intinya udah kelar aja, gue juga udah seneng :D

Ditengah ngerjain PI, entah Tuhan lagi nguji keimanan gue atau nguji ketahanan tubuh gue, gue dapet interview freelance jadi technical writer di salah satu perusahaan penyedia platform aplikasi. Galau? iyalah! PI ini wajib kelar hukumnya. Dan kesempatan freelance itu, belom tentu bisa dateng dua kali. Berkat dukungan dan nanya sana sini, akhirnya gue terima juga tawaran freelance itu.

2 bulan ngerasain tiap hari bangun pagi, macet-macetan di jalan, mana lagi puasa.. Malemnya sampe rumah udah tepar, tidur, bangun lagi dan looping aja sampe kaya gitu. I always excited for something new happens in my life. And this work-stuff, really excite me that much. 2 tahun yang lalu juga pernah kerja di kantoran sih, tapi ya gak seserius disini. Nothing beats the first time, kata Mbak Drew Barrymore di film 50 First Date, and so do I.

Disini gue kerja dengan 2 team, team developer dan team functional. Gue berada dibawah team functional. Team Functional tuh apa ya.. Mungkin temen-temen mahasiswa taunya dengan istilah System Analyst. Nah, kerjanya macem yang dikerjain sama system analyst. Me, on my very first experience of working on my major concern, langsung dapet kerjaan dibawah System Analyst! Gimana gak exciting coba! (norak, bodo amat-)

Team-nya baik-baik banget, i feel like having new family instead. Surprise, functional lead gue ternyata adik iparnya seorang ustadz gue di DN, whom we ever play tricks plus hide and sick on midnight in boarding :P Temen-temen team yang lain pun nganggep gue kaya anak kecil banget, besides, gue emang yang paling muda sih hehehee..

Hard. being a workaholic programmer are really hard. They can come to office late, but they should leave on midnite. Do all those codes with the deadlines, all possibilities, and keep the mood on the right track.. they're really amazing! Keep the body as health as we can, mereka bisa lho! Gue? setelah libur lebaran seminggu, masuk seminggu, abis itu typhus seminggu! Congratulation to my body! Badan gue sudah merasakan bagaimana para pekerja kantoran itu mempekerjakan badannya. Fyuuuh~

My last week on office, gue madol kuliah. Maksudnya menyesuaikan sama deadline target project di kantor juga. Tapi, ditengah gue kerja, bokap nyokap udah ngatur plan mau pulang kampung ke Banyuwangi. "Mamaaaaa.. Maya mau ikut!!!" Titik. Gak pake koma! akhirnya plan mereka mundur nunggu gue kelar ngantor ;) And of course, gue madol kuliah lebih lama hahahahaa :D

So, there we go, me (the only daughter and little kids they ever have), mommy and daddy, we're having our holiday!!! Orang-orang udah pada kelar liburan dari kapan tau, udah pada masuk kerja dan kuliah lagi, gue malah baru liburan. hehehee... :P Bodo amat, whatever they're said, pokoknya gue mau liburan!

Naik kereta, kesian nyokap bokap gue kelamaan duduk. Naik bis apalagi (cari mati-)! Akhirnya kita plan berangkat naik pesawat. But we changed the arrival departure, kita berangkat ke Bali!!


 ki-ka: Mommy and I waiting our flight. Dad, Mom and I on on flight to Bali! 

Kenapa Bali?
Kalo berangkat ke Surabaya, turun dari bandara, musti naik bis lagi ke Banyuwangi, which is LAMA BANGET! Gak pake macet aja perjalanannya 8 jam, gimana kalo macet. daripada buang waktu sehari dijalan doang, kita putuskan lah terbang ke Bali, jalan 3 jam ke Gilimanuk, trus nyebrang ke Ketapang, langsung nyampe Banyuwangi :)

 
 dadah-dadah ke pulau Jawa ;)

liat deh, gue kira tarif naik ferry dari Gilimanuk ke Ketapang mahal, ternyata hemat banget! ;)

Sebenernya niat mama papa ke Banyuwangi itu untuk ngelunasin janji papa ke sodara-sodaranya mama disana. Berpuluh tahun hidup di Jakarta bawa nyokap gue yang anak tunggal,  tiap nyokap gue pulang, bokap ga pernah ikut. Sampe entah tiba-tiba aja bokap bilang mau ke Banyuwangi, liburan :)

Di Banyuwangi, mama papa nyiapin acara kumpul keluarga gitu. Tahlilan, makan-makan, dan temu kangen. Mama emang anak tunggal. Tapi Mbah Uti adalah anak terakhir dari 7 bersaudara. 7 TJOY! Bokap gue lebih banyak lagi sih. 13 bersaudara, tapi sayang aja yang hidup cuma 6 (lah sama aja banyak juga~).


Mommy and I with the oldest family tree that still alive till now.

Me with the sisters of my Grand Fathers. they're above 80 years old :') seneng masih dikasih ketemua sama mereka! (ignore my lips. itu nahan nangis!)

Berkumpullah sebagian dari keluarga besar ini. Yang lucunya, anak-anak dari kakak pertama Mbah Uti tuh seumuran sama Mbah Uti. Jadi, cucu-cucu dari anak-anak dari kakk pertama Mbah Uti, mereka semua seumuran sama mama. Dan sekarang, mereka udah punya cucu. Yang artinya, cucu-cucu dari cucunya anak dari kakak pertama Mbah Uti, adalah CUCU GUE! Bingung gak lo? SAMA! Gue juga bingung! atuhlah pokoknya kita semua sodaraan yaaaaa :))

 
segelintir keluarga dari Mama.

ini nih yang katanya cucu-cucu gue! -_-

But, my reason why i wanna go with mommy and daddy is i want my holiday! Pernah denger G-Land atau orang lokal biasa menyebutnya dengan Pantai Plengkung? Pantai dengan ombak tertinggi di Asia, yang banyak dicari surfer dunia. Yes, G-Land is in Banyuwangi! Malem pertama ngijek kaki di Banyuwangi pas dijemput sepupu gue, gue langsung to the point. "Mas, aku mau ke Pantai Plengkung!", i said. Sayangnya, ternyata Pantai Plengkung itu jauh dari Rogojampi - Pengatigan, tempat keluarga besar nyokap gue berada. Sedih :'(

But I still want beach! G-Land gajadi, akhirnya mereka bawa gue ke Pantai Pulai Merah (Red Island). Pasirnya pasir putih, setiap 5 meter jalan, pasirnya berubah jadi pasir karang (pasir nya kasar karena banyak serpihan karang. Ngarang aja sih gue nyebutnya hahahaa~). Air pantai yang hijau toska dan birunya air laut jelas banget kelihatan dari bibir pantai. Di sebelah kiri Pantai, kita langsung bisa lihat gunung yang merupakan area tambang (i dont really know that was batubara or emas). Pantai nya jadi sela antara gunung itu, dan tebing yang menyerupai sebuah pulau keci di tengah laut. Pulau itu yang disebut Pulau Merah. Katanya sih pulau itu kalo dilihat malam hari dari atas, keliatannya merah. Makanya disebut Pulau Merah :) That was really fun there! Tiati tambah item aja sih :P

 
one of the beautiful scenery in Pulau Merah. coba tebak awannya bentuk apa? :)



Mommy and I on red Island.

with some of family in Red Island. gue sama ponakan tingginya sama, atuhlaaaahh...

setelah jalan 5 meter ke kiri, nemu pasir kasar dengan karang yang dibawa sama ombak :)

most beautiful scenery that i've captured in Red Island;)

 Liat sebelah kanan dan kiri dibelakang gue? yang kiri itu gunung yang kanan itu Pulau Merah nya :)

Papa baik banget! He want me to feet on Kuta, Bali! Secara yah, kemaren pas nyampe Bali cuma numpang nginjek bandara doang, makan, trus cuss ke Gilimanuk. He made plans. We flight to Jakarta at night, while we're go around Bali from morn till sky is drop. Kebetulan banget sepupu gue yang seorang polisi lagi dapet tugas dinas ke Bali. Nginep lah kita dirumah temannya di Denpasar semalam.

I love Bali so much! Who doesn't? Bali is an awesomely gorgeous and beautiful land ever! Sepanjang jalan, layaknya orang desa liat gedung tinggi di Jakarta, gue di Bali malah terpana sama bangunan-bangunan yang penuh ukiran, bunga kamboja, dan seliweran orang yang pake baju adat. Setidaknya ada Bli-Bli yang pake udeng dipinggir jalan, atau Kadek yang pake anteng (belt on their traditional wear) dikaosnya. Pas banget gue kesana waktu mereka lagi nyiapin upacara Kuningan.

Mama dan rumah masa kecilnya. 
Ga ada yang berubah kecuali cat tembok dan plafond depan rumahnya :)

Bapak itu namanya Pak Dini. 
Dia adalah sahabat Mbah Kakung, sekaligus saksi nikah mama above 32 tahun yang lalu :')

Pagi hari di hari terakhir liburan gue, kita langsung ke pasar Sukowati buat beli oleh-oleh. Sebenernya udah beli juga sih di Negara, waktu kita sempet main ke Gilimanuk, nyambangi rumah mama waktu kecil sampe melahirkan kakak-kakak gue. Tapi ya gak banyak, makanya kita ke Sukowati lagi. This is really me, mom, and dad having shopping (quality) time together. Ada supir juga sih yang nganterin dan ngasih tau spot belanja yang murah-meriah dan bagus.

Kelar puas belanja, lanjut beli oleh-oleh makanan di Gianyar, makan, lalu kita ke KUTA!! Daddy's really loves his only daughter! "Pokoknya Maya puas-puasin liat pantai, liat laut disini. Di Jakarta udah susah lagi cari pantai bagus kaya disini.", me tearing :')

We're on Kuta, Bali!

My two love-most people in my life

 Kuta, Bali :)

 sayang banget, pas ke Kuta, pas mendung :(

Papa yang fotoin gue sendirian di Watu Dodol, di Pantai Merah, di Kuta. Pas mama lagi riweh-riwehnya nyiapin acara kumpul keluarga, papa sama gue yang jalan-jalan cari spot mancing buat papa (yang akhirnya failed banget, yang ada papa malah masuk angin karena angin lautnya lagi kenceng banget). Papa ini orangnya keras, sekilas gak keliatan family-man. But he is still my numero-uno man in the world! :')


 in Kuta, Bali. Captured by Papa :)


 in Red Island. Captured by Papa too :))

in Watu Dodol. Captured also by Papa :* :')

my numero-uno man!

Sedihnya, lagi seneng liatin pantai, foto-foto di Kuta, eeeehhhh mendung :( jadi gak bisa lama-lama. But that's really a beautiful wrap holiday i've ever had!!

 See you again, Selat Bali!